TORPEDO DARI SELATAN

Go down

TORPEDO DARI SELATAN

Post  Admin on Tue May 25, 2010 5:59 am

TIDAK seperti desa nelayan pada umumnya yang kumuh dan tidak teratur, Tabanio di Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan (Kalsel), tertata rapi dengan bangunan permanen maupun semipermanen yang cukup baik. Ketika perekonomian negeri ini terempas badai krisis, nelayan Tabanio bahkan merasa tidak mengalami krisis. Mereka bahkan tidak membolehkan anak-anaknya yang masih usia sekolah ikut melaut supaya bisa terus belajar agar kelak hidupnya lebih baik. Sayangnya, akhir-akhir ini mereka harus menghadapi gangguan perompak yang tak segan merampas semua hasil tangkapan mereka, bahkan juga kapal mereka. Tabanio hanyalah desa kecil di Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut.

Di peta kabupaten, lokasi desa di tepi Laut Jawa itu nyaris tak tampak. Apalagi pada peta besar Provinsi Kalsel. Tetapi, tidaklah sulit mencapai desa nelayan tersebut. Dari kota kabupaten, Pelaihari, Tabanio bisa dicapai dengan menggunakan berbagai jenis kendaraan melintasi jalan beraspal sepanjang 23 km atau 83 km dari Kota Banjarmasin. Memasuki Tabanio akan segera tampak ratusan kapal motor (KM) berbagai ukuran yang diparkir di anak-anak Sungai Tabanio. Kesibukan khas desa nelayan pun sangat mencolok, di sana para pemilik kapal beserta anak buah kapal (ABK) sibuk membersihkan palka. Sebagian lagi ada yang tengah menjahit rengge atau jaring tradisional mereka yang robek dihantam ranting kayu.

DINAS Perikanan dan Kelautan Kalsel, menurut rencana, akan menjadikan kawasan pengembangan perikanan pesisir (KPPP) terhadap Desa Tabanio bersama dengan Desa Muara Kintap Kabupaten Tanahlaut. Tujuannya untuk membuka isolasi kawasan pesisir yang masih luas dan belum termanfaatkan dengan baik. Pantai Tabanio dan Muara Kintap saling berhubungan. Menurut Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Nurdjojo Kotot, “Desa Muara Kintap sedikit istimewa dibanding Tabanio, karena selain nelayan terdapat pula ratusan petani tambak udang. Selain itu, Muara Kintap juga terkenal sebagai penghasil benur alam.” Beberapa fasilitas pendukung akan segera dibangun, antara lain dermaga, tempat pelelangan ikan, balai pertemuan antarnelayan, tempat pengolahan ikan, gudang, instalasi air, tempat penjemuran ikan untuk dijadikan ikan asin, dan tempat memperbaiki jaring. “Saya jamin, KPPP tidak merusak lingkungan, malah sebaliknya, menjadikan lingkungan nelayan yang sehat dan asri,” lanjut Nurdjojo Kotot. Desa Muara Kintap saat ini dihuni sekitar 2.200 jiwa, 580 orang di antaranya nelayan tradisional, sekitar 400 orang petani tambak udang dengan tambak-tambak tradisionalnya. Produksi udang setiap tahunnya mencapai 348 ton. Selain itu juga dihasilkan benur alami 1.000-3.000 benur per hari dari setiap pencari benur. Kawasan pesisir Tanahlaut memang menjanjikan. Campur tangan pemerintah di era otonomi diharapkan akan memberikan dampak positif bagi ekonomi kerakyatan. Tentu saja itu bisa tercapai kalau semangat yang ada adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat dan bukannya membebani mereka atas nama pembangunan…
Code:
[img][/img]
avatar
Admin
Admin

Posts : 25
Join date : 2010-05-11
Age : 48
Location : BANJARMASIN

View user profile http://borneobangkit.forumotion.com

Back to top Go down

Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum